sJAKARTA, 2 September 2026 — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal tersebut dibuktikan oleh siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Hamid Jakarta melalui kegiatan kokurikuler bertema “Eksplorasi Budaya, Sains dan Teknologi sebagai Bekal Generasi Berprestasi.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026 dan 9 September 2026 ini membawa para siswa untuk belajar secara langsung melalui kunjungan edukatif ke Monumen Nasional (Monas), Museum Sejarah Jakarta dan Museum Nasional
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kokurikuler kelas VII MTs Al Hamid Tahun Pelajaran 2026/2027. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga diajak menghubungkan materi pembelajaran di kelas dengan realitas sejarah dan budaya yang dapat mereka lihat secara langsung.
Dalam sambutannya, Kepala MTs Al Hamid, Ibu Nurhasanah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi
perkembangan siswa, khususnya dalam menanamkan sikap tanggung jawab, disiplin, kemampuan mengenal lingkungan, serta kerja sama dengan teman.
Mengenal Perjuangan Pahlawan dan Warisan Sejarah
Di Monumen Nasional, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Mereka dapat melihat berbagai informasi dan diorama yang menggambarkan perjalanan perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan.
Sementara itu, kunjungan ke Museum Nasional memberikan pengalaman berbeda. Siswa dapat mengenal berbagai peninggalan sejarah, artefak, patung, benda-benda bersejarah, serta jejak peradaban Indonesia.
Menurut Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ibu Dina Oktofarita Hidayat, S.Kom., M.M., kunjungan ke Museum Nasional menjadi sumber belajar kontekstual karena siswa dapat melihat langsung artefak, prasasti, dan benda bersejarah yang selama ini dipelajari melalui buku di kelas.
Kunjungan ke Monas juga memiliki manfaat penting dalam menghidupkan materi akademik. Siswa dapat menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan pengalaman visual secara langsung. Selain itu, kegiatan di luar lingkungan madrasah juga menjadi sarana untuk melatih interaksi, ketertiban, dan kerja sama antarsiswa.
Belajar Berpikir Kritis dan Bekerja Sama
Kegiatan kokurikuler ini tidak hanya berorientasi pada penambahan wawasan. Siswa juga diarahkan untuk
mengembangkan kemampuan bernalar kritis, berkolaborasi, mencari informasi, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari pengalaman yang mereka peroleh selama kunjungan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan Panca Cinta, khususnya cinta tanah air melalui pengenalan sejarah, budaya, dan warisan bangsa Indonesia.
Dengan pendampingan Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, wali kelas VII, perwakilan dewan guru, serta perwakilan komite madrasah, kegiatan dilaksanakan sebagai pengalaman belajar yang terarah dan edukatif.
Dari Kunjungan Menjadi Pengalaman Bermakna
Kegiatan kokurikuler kelas VII MTs Al Hamid menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat hadir di berbagai tempat.
Monas, Museum Nasional, dan Museum Sejarah Jakarta bukan sekadar destinasi kunjungan, tetapi menjadi ruang belajar yang mempertemukan siswa dengan sejarah, budaya, dan identitas bangsa secara lebih nyata.
Harapannya, pengalaman ini dapat membentuk siswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab, disiplin, mampu bekerja sama, berpikir kritis, serta memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
MTs Al Hamid Jakarta — Belajar dari Sejarah, Berkarya untuk Masa Depan!
Semangat dalam berjuang
Semangat menuntut ilmu, untuk santri mts Al Hamid
MasyaAllah
Masyaallah…
Sepenggal sejarah masa lalu itu bagian dr proses pd masa kini, ambil hikmah, pembelajaran dr itu semua, semoga anak² mendapatkan itu semua, semanagat siswa/i MTs Al Hamid 🔥
Alhamdulillah
SemogaMenjadiPengamanBerharga.
Aamiin
Mks
Jas Merah ( Jangan Sekali Kali Meninggalkan Sejarah)