Jakarta, 12 September 2026 — Menghadapi rangkaian ujian di kelas IX, Madrasah Tsanawiyah Al Hamid Jakarta menggelar kegiatan Dzikrul Ghofilin bersama Wali Santri dan Santri Kelas IX. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual untuk memanjatkan doa sekaligus memperkuat sinergi antara madrasah, pondok pesantren, dan orang tua dalam mendampingi peserta didik menghadapi masa penting pendidikan mereka.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid Mantab Al Falah tersebut dihadiri oleh seluruh wali santri dan santri kelas IX MTs Al Hamid Jakarta. Dzikrul Ghofilin dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap Jakarta Timur, KH. Mustaqim Mahtul Akhlak.
Menguatkan Hati Sebelum Menghadapi Ujian
Dzikrul Ghofilin merupakan kumpulan doa dan dzikir yang digagas oleh KH. Hamim Djazuli (Gus Miek) sebagai sarana untuk mengingat Allah SWT. Melalui kegiatan ini, keluarga besar MTs Al Hamid Jakarta mengajak para santri untuk tidak hanya mempersiapkan diri secara akademik, tetapi juga membangun ketenangan hati dan kekuatan spiritual dalam menghadapi ujian.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Hamid Jakarta, Ibu Nurhasanah, M.Pd., juga menyampaikan informasi mengenai berbagai kegiatan dan program kelas IX selama Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027.
Beliau menyampaikan bahwa kegiatan Dzikrul Ghofilin sekaligus sosialisasi program kelas IX bertujuan untuk mendoakan para santri dalam persiapan menghadapi ujian serta memberikan informasi mengenai program madrasah dalam mempersiapkan peserta didik menuju ujian TKA dan UM.
“Diharapkan dengan kegiatan ini ada sinergi antara pihak sekolah, pondok dan orang tua.”
Ujian: Belajar, Berdoa, dan Berserah Diri
Pesan penuh makna juga disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap Jakarta Timur, KH. Lukman Hakim Hamid. Beliau mengingatkan bahwa ujian bukan semata-mata tentang kemampuan mengingat materi, tetapi juga tentang proses berusaha, berdoa, dan menyerahkan hasil kepada Allah SWT.
“Ujian bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita ingat, tetapi juga tentang bagaimana kita berusaha, berdoa, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.”
Melalui pembacaan Dzikrul Ghofilin, para wali santri dan santri diajak untuk memohon ketenangan hati, kelapangan pikiran, serta kemudahan dalam menghadapi setiap soal ujian.
Para santri juga mendapatkan pesan agar menghadapi ujian dengan jujur, tenang, teliti, dan percaya diri.
Sinergi Madrasah, Pondok, dan Orang Tua
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan santri merupakan tanggung jawab bersama. Madrasah memberikan pembelajaran dan pendampingan, pondok pesantren memberikan pembinaan keagamaan, sementara orang tua memberikan dukungan, doa, dan motivasi dari lingkungan keluarga.
Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan para santri kelas IX MTs Al Hamid Jakarta dapat menjalani seluruh proses pendidikan dan ujian dengan kesiapan yang lebih baik, baik secara akademik maupun spiritual.
Ujian pun diharapkan tidak sekadar menjadi tahapan untuk memperoleh hasil akademik, tetapi menjadi bagian dari proses menuntut ilmu dan bentuk tanggung jawab kepada Allah SWT, orang tua, dan guru.
Doa untuk Santri Kelas IX
Di penghujung kegiatan, seluruh keluarga besar MTs Al Hamid Jakarta memanjatkan doa agar para santri diberikan ketenangan hati, kecerdasan, kemudahan dalam memahami soal, serta memperoleh hasil terbaik yang penuh keberkahan.
Belajar adalah ikhtiar, doa adalah penguat, dan tawakal adalah penyempurna.
Semoga seluruh santri kelas IX MTs Al Hamid Jakarta diberikan kemudahan dalam setiap langkah, dimudahkan dalam menghadapi ujian, serta memperoleh hasil terbaik yang membawa keberkahan bagi masa depan mereka.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.